Wednesday, July 13, 2011

Wanna Remember..


Draft posting ini uda lama banget di laptop, tapi entah lupa atau ga sempet baru bisa posting sekarang. Heheheheee :D

Kita hidup di masa kini untuk meraih sesuatu di masa depan. Masa lalu takkan bisa terulang, jadikan masa lalu sebagai pengalaman. Yapp, begitulah kira-kira. Seringkali kata-kata itu terdengar sebagai penyemangat untuk hidup. Tak usah menengok yang lalu. Namun bagiku, mengingat masa lalu memberikan sensasi yang berbeda. Seringkali aku tersenyum sendiri, geli dan berpikir: kok bisa sih dulu aku kaya gini?

Beberapa hari yang lalu, saat membersihkan rumah, kutemukan sebuah kotak sepatu yang berisi mainanku saat SD dulu. Ada kalung, gelang, bros, dan berbagai pernak-pernik yang ternyata kusimpan dengan baik. Semuanya terbungkus plastik. Aku hanya tersenyum melihat sisa-sisa masa kecilku. Masa kecil yang berisi ide-ide gila dan kreatif! Yaa, kadang aku melakukan eksperimen kecil-kecilan dengan membuat kalung dari manik-manik, lantas membayangkan menjadi seorang putri (hahaha). Setelah itu, berbicara sendiri di depan kaca dengan bahasa Indonesia yang dibuat-buat. OMG!! Mengingat masa lalu itu: seru !

Hari ini, aku membuka buku diary yang ternyata sudah dua tahun terabaikan. Buku diaryku ada stroberinya gitu! Dulu (tahun 2008) seneng banget tiap malam sebelum tidur nulis diary. Mengungkapkan hari ini apa yang aku lakuin, apa yang aku rasain. Pokoknya be honest saat nulis diary. Gak ada yang ditutup-tutupi. Jadi inget, tahun  2008 tu tahun aku jadian sama pacar. Disitu tertera semua gimana awalnya bisa deket sama dia. So sweet banget deh! Gak nyangka dulu aku suka nulis juga. Meskipun cuma diary, tapi memberikan efek yang luar biasa. Aku jadi pengen rajin nulis lagi. Posting ini yang jadi buktinya! hehe, semoga.

Abis baca-baca diaryku sendiri, jadi kepikiran diarynya mama. Seminggu sebelum mama meninggal, mama sempet nitipin diary plus kuncinya buatku. Katanya, boleh dibuka kalau mama uda meninggal (hmm.. sedih banget kalo inget ini; tragis).
Diary mama aku simpen di tempat khusus, jadi satu sama beberapa buku kuno milik mama. Niat awal sih pengen baca diary, tapi kadang gak kuat baca isinya. So, akhirnya cuma baca buku kuno yang covernya masih bermotif batik, trus kertasnya warna krem (sama sekali uda ga putih). Di buku itu ada kumpulan lagu (lagu jadul), puisi karya mama, cerpen, trus beberapa surat. Buku itu buku jaman mama masih SPG (setaraf SMA). Lucu banget bacanya. Jadi bisa kaya keseret ke era 80an. Masa-masa mama masih pacaran sama mantannya yang orang Solo (that’s not my dad). Masa dimana mama masih belum muslim. Keterampilan mama dalam hal menulis emang bagus banget. Mama suka bikin puisi sama cerpen. Kata-katanya juga bagus kok! Jadi mikir, mungkin aku suka nulis juga gara-gara menurun dari mama. hehe, pede jreeenngggg :P
Kalau gak males, aku bakalan ngepost beberapa cerpennya mama. Doakan saja rasa malas gak nempel terus sama aku.

Kadang hal-hal yang berasal dari masa lalu itu menyenangkan buat diingat. Kalau lagi suntuk, mengingat hal-hal yang lalu membuatku memiliki semangat baru. Menemukan sesuatu yang sudah lama ini kutinggalkan. Mengerti bagaimana aku yang dulu dan yang sekarang sudah berbeda.
Semangat teman! Hidup memang di hari ini untuk menggapai hari esok. Tapi mengingat masa lalu bisa dijadikan penyemangat hari ini untuk esok!
hahaha, biarpun kata-katanya ribet dan gak bisa dipahami yang penting nulis nulis dan nulissssss ^^

Thanks for visiting

0 comments:

Post a Comment